Minggu-minggu dibulan Juli dan Agustus 2025 ini, suasana Lapangan Merdeka Medan terasa berbeda. Area yang menjadi ikon kota Medan ini saat terlaksanya Car Fee Day tampak lebih bersih, asri, dan nyaman untuk masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari gerakan Go Green yang dilakukan para dosen Universitas Medan Area terkhusus Fakutlas Ekonomi dan Bisnis melalui kegiatan kebersihan lingkungan.
Dosen UMA dan Aksi Nyata Go Green
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus teladan bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Para dosen dan para mahasiswa turun langsung ke Lapangan Merdeka untuk membersihkan sampah, merapikan area hijau, hingga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Langkah sederhana seperti memungut sampah plastik atau merapikan taman, memiliki makna yang jauh lebih besar: menanamkan budaya peduli lingkungan. Dengan cara ini, Universitas Medan Area menunjukkan bahwa tanggung jawab menjaga bumi tidak hanya dibebankan pada pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk civitas akademika.
UMA: Universitas Green Matrix
Sebagai Universitas Green Matrix, UMA tidak hanya berkomitmen mencetak lulusan unggul dalam akademik, tetapi juga membangun kesadaran ekologis di tengah civitas akademika. Konsep Green Matrix UMA menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pelestarian lingkungan.
Green Matrix bukan hanya slogan, tetapi filosofi yang menjadi ruh dalam setiap aktivitas UMA. Beberapa poin penting dalam konsep ini antara lain:
- Green Campus – menciptakan lingkungan kampus yang hijau, bersih, nyaman, dengan ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah, dan hemat energi.
- Green Curriculum – memasukkan isu-isu keberlanjutan dan lingkungan ke dalam mata kuliah, sehingga mahasiswa terbiasa berpikir kritis tentang ekologi dan pembangunan berkelanjutan.
- Green Research & Innovation – mendorong penelitian dan inovasi yang berorientasi pada solusi ramah lingkungan, termasuk teknologi hijau dan energi terbarukan.
- Green Community Engagement – menggerakkan dosen, mahasiswa, dan alumni untuk membawa semangat ramah lingkungan ke masyarakat melalui kegiatan pengabdian, seperti kebersihan Lapangan Merdeka ini.
- Green Lifestyle – membangun budaya hidup sederhana, hemat energi, mengurangi plastik sekali pakai, dan menanamkan kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari civitas akademika.
Go Green: Gaya Hidup, Bukan Sekadar Slogan
Gerakan Go Green sejatinya adalah upaya untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat, berkelanjutan, dan ramah bagi generasi mendatang. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga ruang publik tetap bersih, hingga menghidupkan kembali ruang terbuka hijau di perkotaan.
Bagi masyarakat Medan, Lapangan Merdeka bukan hanya pusat aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga paru-paru kota. Menjaga kebersihan area ini berarti menjaga kualitas udara, keindahan kota, dan kesehatan masyarakat.
Menginspirasi Generasi Muda
Kegiatan kebersihan yang dilakukan dosen UMA di Lapangan Merdeka juga memiliki pesan moral penting: kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan ditularkan kepada orang lain. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan bisa mencontoh semangat ini, baik di lingkungan kampus, rumah, maupun masyarakat sekitar.
Kesimpulan: Hijaukan Medan, Selamatkan Bumi
Aksi Go Green Universitas Medan Area di Lapangan Merdeka adalah bukti nyata bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil. Dengan kebersamaan, kesadaran, dan komitmen, Medan bisa menjadi kota yang lebih hijau, bersih, dan nyaman untuk ditinggali.
Sebagai Universitas Green Matrix, UMA akan terus menggaungkan semangat peduli lingkungan di setiap aspek pendidikan dan pengabdian masyarakat. Mari bersama-sama menjadikan Go Green bukan hanya kegiatan sesaat, melainkan gaya hidup sehari-hari. Karena menjaga bumi berarti menjaga masa depan kita semua.


