Brand Equity : Persepsi, Preferensi, Kesetiaan konsumen, dan Nilai finansial

Brand equity mengacu pada nilai atau kekuatan merek yang mencakup persepsi, preferensi, kesetiaan konsumen, dan nilai finansial yang terkait dengan suatu merek. Ini melibatkan sejumlah elemen, termasuk kesadaran merek, citra merek, pengalaman pelanggan, dan nilai merek.

Tidak ada satu buku atau satu tahun tertentu yang secara eksklusif memperkenalkan konsep brand equity. Konsep ini berkembang seiring waktu melalui kontribusi berbagai pakar pemasaran dan manajemen merek. Salah satu konsep awal yang terkait dengan brand equity adalah konsep “brand image” yang diperkenalkan oleh Walter L. Dill Scott pada tahun 1903 dalam bukunya yang berjudul “The Theory and Practice of Advertising.”

Namun, istilah “brand equity” sendiri menjadi lebih populer pada tahun 1980-an dan 1990-an. Pada tahun 1988, David A. Aaker, seorang profesor pemasaran di Universitas California, Berkeley, memainkan peran kunci dalam mengembangkan dan menyempurnakan konsep brand equity. Dia menggambarkan model brand equity yang terkenal dalam bukunya yang berjudul “Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand Name,” yang diterbitkan pada tahun 1991. Dalam buku ini, Aaker membahas konsep dan metode untuk mengukur, mengelola, dan meningkatkan nilai merek.

Gambar : Penulis dalam sebuah acara talkshow kewirausahaan

Beberapa tujuan kunci dari pembentukan brand equity meliputi:

  1. Meningkatkan Kesadaran Merek: Memastikan bahwa konsumen menyadari dan mengenali merek secara konsisten.
  2. Meningkatkan Citra Merek: Membangun citra positif tentang merek, sehingga konsumen memiliki persepsi yang baik terhadap kualitas, nilai, dan atribut merek.
  3. Menghasilkan Kesetiaan Pelanggan: Membuat pelanggan merasa terhubung secara emosional dengan merek dan menjadi setia terhadapnya.
  4. Meningkatkan Persepsi Nilai: Menyampaikan kepada konsumen bahwa produk atau layanan merek memiliki nilai tambah dibandingkan dengan pesaing.
  5. Memungkinkan Peningkatan Harga: Membuat merek mampu menetapkan harga yang lebih tinggi karena konsumen yakin bahwa produk atau layanan tersebut memberikan nilai yang sebanding.
  6. Mempermudah Pemasaran: Membuat upaya pemasaran lebih efisien karena merek yang memiliki brand equity yang kuat membutuhkan upaya pemasaran yang lebih sedikit untuk membangun kesadaran.
  7. Meningkatkan Dukungan Pelanggan: Menciptakan dukungan dan pemahaman yang kuat dari konsumen, yang dapat membantu merek saat menghadapi tantangan atau perubahan di pasar.

Contoh Perusahaan dan Brandnya:

Contoh 1: Apple

  • Tujuan Brand Equity: Meningkatkan kesadaran merek, membentuk citra merek yang inovatif dan eksklusif, membangun kesetiaan pelanggan yang tinggi.
  • Hasil: Apple telah berhasil menciptakan brand equity yang sangat kuat dengan produk-produk seperti iPhone, MacBook, dan iPad. Merek ini dikenal karena inovasi, desain yang estetis, dan pengalaman pengguna yang unggul.

Contoh 2: Nike

  • Tujuan Brand Equity: Membangun citra merek yang berfokus pada prestasi, semangat olahraga, dan gaya hidup aktif. Meningkatkan kesetiaan pelanggan dan memandang merek sebagai simbol kualitas.
  • Hasil: Nike telah berhasil menciptakan brand equity yang mendunia dengan logo “swoosh” yang ikonik. Merek ini dikenal karena kampanye pemasaran yang kuat, sponsor atlet terkenal, dan produk berkualitas tinggi dalam industri olahraga dan gaya hidup.

Contoh 3: Coca-Cola

  • Tujuan Brand Equity: Membangun citra merek yang berkaitan dengan kebahagiaan, keceriaan, dan kebersamaan. Meningkatkan kesetiaan pelanggan dan menjadikan merek sebagai pilihan utama dalam kategori minuman ringan.
  • Hasil: Coca-Cola telah berhasil menciptakan brand equity yang mendalam dengan merek yang diakui secara global. Merek ini dikaitkan dengan momen kebahagiaan, dan strategi pemasarannya terus memperkuat hubungan emosional dengan konsumen

Membangun brand equity memerlukan strategi yang terencana dan konsisten. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda membangun dan mengelola brand equity:

  1. Kenali dan Tentukan Identitas Merek:
    • Tentukan nilai-nilai inti dan kepribadian merek Anda.
    • Identifikasi apa yang membuat merek Anda unik dan berbeda dari pesaing.
  2. Pahami Pasar dan Pelanggan:
    • Lakukan penelitian pasar untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan perilaku pelanggan.
    • Identifikasi segmen pasar yang paling relevan dan potensial untuk merek Anda.
  3. Ciptakan Visual dan Identitas Merek yang Konsisten:
    • Desain logo, warna, dan elemen visual lainnya yang mencerminkan identitas merek.
    • Pastikan konsistensi dalam elemen-elemen visual di semua platform komunikasi.
  4. Buat Pesan Merek yang Kuat:
    • Rancang pesan merek yang jelas dan berdaya ingat.
    • Komunikasikan nilai-nilai merek secara konsisten melalui iklan, materi pemasaran, dan media sosial.
  5. Bangun Pengalaman Pelanggan yang Positif:
    • Pastikan pelanggan memiliki pengalaman positif dengan produk atau layanan Anda.
    • Fokus pada kualitas produk, pelayanan pelanggan, dan setiap titik kontak pelanggan.
  6. Gunakan Media Sosial dan Konten:
    • Manfaatkan media sosial untuk membangun kesadaran merek dan berinteraksi dengan pelanggan.
    • Buat konten yang relevan dan menarik untuk memperkuat citra merek.
  7. Kemitraan dan Sponsorship yang Tepat:
    • Pertimbangkan kemitraan atau sponsorship yang sesuai dengan nilai dan identitas merek Anda.
    • Ini dapat membantu memperluas jangkauan merek dan membangun asosiasi positif.
  8. Inovasi Berkelanjutan:
    • Terus berinovasi dalam produk, layanan, atau pengalaman pelanggan.
    • Tetap relevan dengan mengikuti tren industri dan memahami perubahan kebutuhan pelanggan.
  9. Dorong Kesetiaan Pelanggan:
    • Bangun program loyalitas dan insentif untuk mendorong kesetiaan pelanggan.
    • Perhatikan umpan balik pelanggan dan terlibat dalam dialog dua arah.
  10. Edukasi Konsumen:
    • Edukasikan konsumen tentang nilai dan manfaat produk atau layanan Anda.
    • Jelaskan bagaimana merek Anda memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang unik.
  11. Evaluasi dan Pelajari:
    • Terus evaluasi dan monitor kesehatan merek Anda.
    • Belajar dari perubahan pasar, tren konsumen, dan respons pelanggan untuk terus meningkatkan strategi merek.
  12. Komunikasi Terbuka dan Transparan:
    • Komunikasikan dengan jujur dan transparan terkait dengan produk atau layanan Anda.
    • Kelola krisis dengan bijaksana dan responsif.

Memperoleh brand equity membutuhkan waktu dan konsistensi. Dengan mengikuti langkah-langkah ini dan beradaptasi dengan perubahan di pasar, Anda dapat membangun dan memelihara nilai merek yang kuat

Kelebihan Mempertahankan Brand Equity:

  1. Loyalitas Pelanggan: Mempertahankan brand equity dapat membangun kesetiaan pelanggan yang tinggi. Pelanggan cenderung memilih merek yang mereka kenal dan percayai.
  2. Harga Premium: Merek dengan brand equity yang kuat dapat menetapkan harga premium untuk produk atau layanannya, karena konsumen percaya pada kualitas dan nilai tambah merek tersebut.
  3. Daya Tahan Terhadap Krisis: Merek yang memiliki brand equity yang solid dapat lebih tahan terhadap dampak krisis atau peristiwa buruk. Kesetiaan pelanggan yang tinggi dapat membantu merek pulih lebih cepat setelah situasi sulit.
  4. Diferensiasi dari Pesaing: Brand equity membantu merek untuk bersaing dengan pesaing dengan cara yang lebih efektif. Identitas merek yang kuat dapat memberikan keunggulan kompetitif.
  5. Efisiensi Pemasaran: Merek dengan brand equity yang kuat mungkin memerlukan upaya pemasaran yang lebih sedikit untuk meningkatkan kesadaran dan membujuk konsumen, karena kesan positif tentang merek sudah ada.
  6. Kepercayaan dan Reputasi: Brand equity yang baik membangun kepercayaan dan reputasi positif di kalangan konsumen. Ini dapat membantu merek untuk mengatasi tantangan dan memenangkan dukungan pelanggan.
  7. Peluang Ekspansi Produk: Merek yang dikenal baik memiliki peluang lebih besar untuk memperluas jajaran produk atau layanannya. Konsumen yang sudah memiliki kepercayaan terhadap merek lebih mungkin mencoba produk baru dari merek tersebut.

Kekurangan Mempertahankan Brand Equity:

  1. Risiko Kestagnan: Terlalu mempertahankan status quo dapat menyebabkan kestagnan. Merek mungkin perlu terus berinovasi untuk tetap relevan dan menarik bagi konsumen.
  2. Perubahan Preferensi Pasar: Jika preferensi konsumen atau tren pasar berubah, merek yang terlalu teguh pada identitas lama mungkin kesulitan menyesuaikan diri.
  3. Biaya Pemeliharaan: Mempertahankan brand equity yang tinggi memerlukan investasi berkelanjutan dalam pemasaran, penelitian, dan inovasi. Ini dapat menjadi beban finansial yang signifikan.
  4. Tantangan dalam Ekspansi Global: Merek yang telah membangun brand equity di satu pasar mungkin menghadapi tantangan saat mencoba memperluas ke pasar internasional, di mana norma budaya dan preferensi konsumen berbeda.
  5. Peningkatan Harapan Pelanggan: Konsumen yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap merek yang memiliki brand equity yang kuat dapat merasa kecewa jika merek tidak memenuhi harapan mereka.
  6. Tingkat Kompetisi yang Tinggi: Merek dengan brand equity yang tinggi mungkin menjadi sasaran utama pesaing, dan persaingan untuk mempertahankan perhatian pelanggan dapat meningkat.
  7. Keterbatasan dalam Diversifikasi: Merek yang sangat terkait dengan jenis produk atau layanan tertentu mungkin kesulitan untuk diversifikasi ke segmen pasar atau industri yang berbeda.

Mempertahankan brand equity adalah tantangan yang dinamis, dan perusahaan perlu seimbang antara konsistensi merek dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Evaluasi terus-menerus terhadap kesehatan merek dan perubahan di pasar dapat membantu meminimalkan kekurangan dan memanfaatkan kelebihan brand equity

Beberapa contoh buku dan artikel yang cukup terkenal:

  1. “Building Strong Brands”
    • Penulis: David A. Aaker
    • Tahun: Edisi pertama diterbitkan pada tahun 1996
    • Penerbit: Free Press
    • Keterangan: Buku ini ditulis oleh David A. Aaker, seorang pakar pemasaran terkemuka, dan membahas tentang strategi membangun merek yang kuat. Aaker membahas konsep brand equity dan memberikan panduan praktis untuk mengelola dan meningkatkannya.
  2. “Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand Name”
    • Penulis: David A. Aaker
    • Tahun: Diterbitkan pada tahun 1991
    • Penerbit: Free Press
    • Keterangan: Buku ini adalah salah satu karya penting dalam pengembangan konsep brand equity. Aaker memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami dan mengelola nilai merek, dengan penekanan pada strategi untuk menciptakan dan memelihara brand equity yang kuat.
  3. “Building Brand Identity: A Strategy for Success in a Hostile Marketplace”
    • Penulis: Lynn Upshaw
    • Tahun: Diterbitkan pada tahun 1995
    • Penerbit: Wiley
    • Keterangan: Lynn Upshaw membahas bagaimana membangun identitas merek yang kuat dan strategi untuk menghadapi tantangan dalam pasar yang kompetitif. Buku ini mencakup elemen-elemen seperti citra merek, kesetiaan pelanggan, dan pengelolaan merek dalam situasi krisis.
  4. “The Brand Gap: How to Bridge the Distance Between Business Strategy and Design”
    • Penulis: Marty Neumeier
    • Tahun: Diterbitkan pada tahun 2005
    • Penerbit: New Riders
    • Keterangan: Marty Neumeier membahas tentang pentingnya menghubungkan strategi bisnis dengan desain merek. Buku ini menyoroti peran desain dalam membangun brand equity dan cara mengatasi kesenjangan antara strategi bisnis dan desain merek.
  5. “What Is Brand Equity and How Do You Build It?” (Artikel)
    • Penulis: Kevin Lane Keller
    • Tahun: Diterbitkan pada tahun 1993
    • Sumber: Harvard Business Review
    • Keterangan: Artikel ini oleh Kevin Lane Keller membahas tentang esensi brand equity, termasuk elemen-elemen yang membentuknya dan bagaimana perusahaan dapat membangunnya. Artikel ini memberikan pandangan praktis dan mendalam tentang konsep brand equity

Beberapa Tulisan Ilmiah dari Penulis :

Purba, Y., Prayudi, A., & Syahriandi, S. (n.d.). Pengaruh Manajmen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018 – 2021. Retrieved from https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/20180

Siregar, N. S. S., Prayudi, A., Sari, W. P., Rosalina, D., & Pratama, I. (n.d.). The role of social media literacy for micro small medium enterprises (MSMEs) and innovation in Developing Tourism Village in Indonesia. Retrieved from https://socialspacejournal.eu/menu-script/index.php/ssj/article/view/220

Prayudi, A., Zega, Y., & Nasution, I. (2023). Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Indonesia Abadi Jaya. Jurnal Sains Dan Teknologi5(1), 37-43. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/sai

Komariyah, I., Prayudi, A., Edison, E., & Laelawati, K. (2023). THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL CULTURE AND COMPETENCE WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EMPLOYEES OF BUMD BINJAI, NORTH SUMATRA. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen16(2), 210-218. doi: 10.23969/jrbm.v16i2.7572

Sari, W., & Prayudi, A. (2023). Can Competitive Intensity Act a Bridge between Institutional Pressures and Corporate Financial Performance in Indonesia’s Footwear Industry? A Structural Equation Modelling Approach. Transnational Marketing Journal11(1), 199-212. Retrieved from http://transnationalmarket.com/menu-script/index.php/transnational/article/view/323

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723

 

Warren Buffett’s rule: Aturan 5/25

Aturan 5/25, juga dikenal sebagai aturan Warren Buffett, adalah prinsip yang digunakan untuk memprioritaskan dan menyederhanakan pengambilan keputusan. Ini diperkenalkan oleh investor terkenal Warren Buffett dan sering dikaitkan dengan dirinya, aturan ini menyarankan agar individu fokus pada beberapa tujuan atau proyek kunci dalam rangka mencapai kemajuan yang signifikan. Angka 5 mewakili jumlah maksimal tujuan atau proyek yang harus difokuskan, sementara angka 25 mewakili rentang waktu satu tahun.

Ide dari aturan ini adalah mengidentifikasi 5 tujuan atau proyek paling penting yang sejalan dengan tujuan jangka panjang dan memiliki potensi untuk menghasilkan hasil atau dampak besar. Dengan fokus pada sejumlah kecil prioritas utama, Anda dapat mengalokasikan waktu dan sumber daya yang cukup untuk setiap satu, meningkatkan kemungkinan keberhasilan.

Gambar : Penulis

Setelah Anda menentukan 5 tujuan utama Anda, aturan ini menyarankan individu untuk mengabaikan atau menghindari distraksi dan komitmen yang tidak sejalan dengan prioritas ini. Ini termasuk mengatakan tidak pada peluang atau proyek baru yang dapat mengalihkan perhatian dan sumber daya Anda dari 5 prioritas yang dipilih Prinsip utama di balik aturan ini adalah mengarahkan energi dan usaha Anda ke beberapa tujuan prioritas tinggi, sehingga Anda dapat membuat kemajuan dan mencapai hasil yang bermakna. Dengan melakukan ini, Anda dapat menghindari penyebaran terlalu tipis dan memaksimalkan produktivitas dan efektivitas Anda.

Warren Buffett, aturan ini memberikan panduan konkret mengenai jumlah tujuan yang sebaiknya difokuskan dan rentang waktu yang diambil dalam perencanaan tersebut.

  1. Jumlah Tujuan: 5
    Angka “5” dalam aturan 5/25 mewakili jumlah maksimal tujuan atau proyek yang sebaiknya difokuskan oleh individu. Ide di balik pembatasan ini adalah agar seseorang tidak terlalu terpencar-pencar, memastikan bahwa energi, waktu, dan sumber daya yang terbatas dapat diarahkan dengan maksimal pada tujuan-tujuan yang paling krusial.
  2. Rentang Waktu: 25
    Angka “25” mewakili rentang waktu dalam bulan atau satu tahun. Dengan membatasi rentang waktu ini, aturan ini mendorong individu untuk merenung dan merencanakan tujuan jangka panjang yang sejalan dengan visi dan misi hidup mereka.
  3. Identifikasi Tujuan Kunci
    Aturan ini mendorong individu untuk mengidentifikasi lima tujuan atau proyek utama yang paling penting dan memiliki potensi untuk memberikan dampak besar. Hal ini melibatkan refleksi mendalam mengenai apa yang benar-benar penting dalam hidup dan karir seseorang.
  4. Komitmen pada Prioritas
    Setelah tujuan-tujuan utama diidentifikasi, individu diharapkan untuk benar-benar mengalokasikan waktu dan sumber daya yang cukup untuk setiap tujuan tersebut. Ini menciptakan fokus yang tinggi pada setiap tujuan, meningkatkan peluang keberhasilan.
  5. Hindari Distraksi
    Bagian penting dari aturan ini adalah komitmen untuk menghindari distraksi dan proyek tambahan yang tidak sejalan dengan kelima prioritas utama yang telah ditetapkan. Ini termasuk kemampuan untuk mengatakan “tidak” pada peluang baru yang mungkin muncul tetapi dapat mengalihkan perhatian dari fokus utama.
  6. Maksimalkan Produktivitas
    Prinsip utama di balik aturan ini adalah mengarahkan energi dan usaha dengan efektif ke beberapa tujuan prioritas tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan peluang untuk membuat kemajuan yang signifikan dan meraih hasil yang bermakna.

Aturan 5/25 memberikan kerangka kerja yang praktis dan sederhana untuk membimbing proses pengambilan keputusan yang kompleks dengan memberikan prioritas pada hal-hal yang paling penting dalam hidup. Meskipun tidak semua orang mungkin menemukan aturan ini sesuai dengan kebutuhan mereka, prinsip-prinsip di dalamnya tetap dapat memberikan inspirasi bagi mereka yang mencari cara untuk menyederhanakan dan memfokuskan hidup mereka.

Penting untuk dicatat bahwa aturan ini bukan solusi universal untuk semua orang dan mungkin tidak berlaku untuk semua situasi. Namun, itu menyediakan kerangka kerja yang berguna untuk menyederhanakan pengambilan keputusan dan memfokuskan pada prioritas utama.

Beberapa Tulisan Ilmiah dari Penulis :

Purba, Y., Prayudi, A., & Syahriandi, S. (n.d.). Pengaruh Manajmen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018 – 2021. Retrieved from https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/20180

Siregar, N. S. S., Prayudi, A., Sari, W. P., Rosalina, D., & Pratama, I. (n.d.). The role of social media literacy for micro small medium enterprises (MSMEs) and innovation in Developing Tourism Village in Indonesia. Retrieved from https://socialspacejournal.eu/menu-script/index.php/ssj/article/view/220

Prayudi, A., Zega, Y., & Nasution, I. (2023). Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Indonesia Abadi Jaya. Jurnal Sains Dan Teknologi5(1), 37-43. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/sai

Komariyah, I., Prayudi, A., Edison, E., & Laelawati, K. (2023). THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL CULTURE AND COMPETENCE WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EMPLOYEES OF BUMD BINJAI, NORTH SUMATRA. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen16(2), 210-218. doi: 10.23969/jrbm.v16i2.7572

Sari, W., & Prayudi, A. (2023). Can Competitive Intensity Act a Bridge between Institutional Pressures and Corporate Financial Performance in Indonesia’s Footwear Industry? A Structural Equation Modelling Approach. Transnational Marketing Journal11(1), 199-212. Retrieved from http://transnationalmarket.com/menu-script/index.php/transnational/article/view/323

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723

 

Fenomena Quit Quitting : Ketika Karyawan Harus Diretensi

Quite quitting menjadi fenomena yang tengah ramai diperbincangkan, khususnya di kalangan Gen-Z. Gen-Z yang  merupakan angkatan kerja atau generasi yang lahir di akhir 90-an sampai 2000-an.  pada saat ini, beragam posisi di berbagai perusahaan telah banyak diisi oleh angkatan kerja dari kalangan Gen-Z. Fenomena yang kami sebut di atas menjadi suatu hal yang sedang banyak dilakukan oleh Gen-Z, yakni quitting quietly atau berhenti diam-diam.

Fenomena “quiet quitting” adalah ketidakpastian pekerjaan yang dilakukan oleh individu, di mana mereka berhenti diam-diam dari berbagai alasan seperti ketidakpuasan diri, beban kerja yang banyak, atau lingkungan kerja yang tidak seimbang[1][2]. Tujuan utama dari quiet quitting adalah untuk mencapai keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan personal, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih baik, mengendalikan stres, dan menghindari burnout[1].

Fenomena “quit quitting” adalah istilah yang mengacu pada sikap atau perilaku seseorang yang terus menerus berhenti melakukan suatu hal atau memulai suatu proyek baru, namun kemudian dengan cepat menyerah dan berhenti lagi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan siklus berulang dari berhenti dan memulai berbagai hal tanpa mengikuti sampai akhir.

Fenomena ini bisa terjadi dalam berbagai konteks kehidupan, seperti dalam pendidikan, pekerjaan, hubungan, atau bahkan dalam mencapai tujuan pribadi. Seseorang mungkin memiliki motivasi awal yang kuat untuk memulai sesuatu, tetapi kemudian ketika menghadapi hambatan atau tantangan, mereka menjadi mudah putus asa dan memilih untuk berhenti daripada melanjutkan.

Gambar : Penulis yang tertarik terhadap Fenomena Quit Quitting

Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya keterampilan penyelesaian masalah, kurangnya ketekunan atau motivasi, rendahnya toleransi terhadap ketidaknyamanan atau ketidakpastian, atau ketakutan akan kegagalan. Kadang-kadang, seseorang juga mungkin kehilangan minat pada sesuatu setelah waktu atau usaha yang mereka berikan tidak menghasilkan hasil yang diinginkan.

Namun, fenomena “quit quitting” juga mungkin menggambarkan seseorang yang memiliki banyak minat atau ide yang berbeda, tetapi mereka tidak mampu atau tidak ingin menyelesaikannya secara keseluruhan. Mereka menjadi terjebak dalam siklus yang konstan dari memulai sesuatu dengan semangat, tetapi dengan cepat kehilangan minat atau terganggu oleh hal-hal baru.

Dalam situasi mana pun, fenomena “quit quitting” dapat menjadi penghalang untuk mencapai kesuksesan atau mencapai tujuan jangka panjang. Untuk mengatasi ini, seseorang perlu mengembangkan ketekunan dan rasa tanggung jawab terhadap tindakan dan keputusan mereka. Mereka mungkin perlu mempersingkat tujuan mereka, menciptakan rencana yang lebih realistis, atau mencari bantuan dan dukungan dari orang lain untuk tetap termotivasi dan bertahan dalam mencapai apa yang mereka inginkan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi fenomena quiet quitting meliputi[2]:

  1. Kegagalan atau kekecewaan di tempat kerja, seperti tidak mendapatkan promosi jabatan atau kurangnya apresiasi
  2. Rekan kerja dan lingkungan toxic
  3. Kelelahan karena beban kerja yang banyak
  4. Perasaan takut kalau dilimpahkan kerjaan tambahan
  5. Bosan karena melakukan pekerjaan yang itu-itu saja
  6. Waktu untuk kehidupan pribadi sangat kurang
  7. Pemikiran kalau yang bikin kaya hanya perusahaannya saja, bukan dirinya

Quiet quitting memiliki dampak positif dan negatif. Kelebihan dari quiet quitting meliputi[4]:

  1. Memiliki banyak waktu luang untuk eksplor kemampuan baru
  2. Memiliki waktu untuk mencari pekerjaan sampingan
  3. Bisa mengurangi jam kerja yang tidak penting

Namun, quiet quitting juga memiliki beberapa dampak negatif, seperti[4]:

  1. Tidak lagi merasakan kepuasan diri
  2. Semangat terus menurun
  3. Atasan tidak puas dengan hasil kerja kamu
  4. Pemutusan kerja karena dinilai tidak perform
  5. Sulit mencapai career goal yang dimau

Fenomena quiet quitting telah menjadi perhatianan di dunia kerja, terutama di antara angkatan Gen-Z[1]. Beberapa perusahaan telah membantu karyawan mengatasi quiet quitting dengan mengimplementasikan strategi seperti coaching, mentoring, dan program perencanaan karier[1].

Citations:
[1] https://id.linkedin.com/pulse/fenomena-quiet-quitting-pada-gen-z-codemi-indonesia-hvt0c
[2] https://myedusolve.com/id/blog/fenomena-quiet-quitting-apakah-itu-dan-mengapa-bisa-terjadi
[3] https://www.kompas.com/tren/read/2022/08/31/200500965/mengenal-fenomena-quiet-quitting-yang-sedang-tren-di-dunia-kerja?page=all
[4] https://www.kitalulus.com/seputar-kerja/quiet-quitting-adalah
[5] https://www.kompas.com/tren/read/2022/09/19/133000765/ramai-soal-quiet-quitting-fenomena-baru-di-dunia-kerja-apa-itu?page=all

Beberapa Tulisan Ilmiah dari Penulis :

Purba, Y., Prayudi, A., & Syahriandi, S. (n.d.). Pengaruh Manajmen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018 – 2021. Retrieved from https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/20180

Siregar, N. S. S., Prayudi, A., Sari, W. P., Rosalina, D., & Pratama, I. (n.d.). The role of social media literacy for micro small medium enterprises (MSMEs) and innovation in Developing Tourism Village in Indonesia. Retrieved from https://socialspacejournal.eu/menu-script/index.php/ssj/article/view/220

Prayudi, A., Zega, Y., & Nasution, I. (2023). Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Indonesia Abadi Jaya. Jurnal Sains Dan Teknologi5(1), 37-43. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/sai

Komariyah, I., Prayudi, A., Edison, E., & Laelawati, K. (2023). THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL CULTURE AND COMPETENCE WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EMPLOYEES OF BUMD BINJAI, NORTH SUMATRA. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen16(2), 210-218. doi: 10.23969/jrbm.v16i2.7572

Sari, W., & Prayudi, A. (2023). Can Competitive Intensity Act a Bridge between Institutional Pressures and Corporate Financial Performance in Indonesia’s Footwear Industry? A Structural Equation Modelling Approach. Transnational Marketing Journal11(1), 199-212. Retrieved from http://transnationalmarket.com/menu-script/index.php/transnational/article/view/323

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723