Sikap FOMO Pada Konser Coldplay Yang Dimanfaatkan Para Marketing

FOMO merupakan kependekan dari “Fear of Missing Out” yang berarti rasa takut atau kekhawatiran seseorang akan melewatkan sesuatu yang menarik atau menyenangkan yang terjadi dalam kehidupan orang lain. Istilah ini mengacu pada perasaan cemas atau ketidaknyamanan yang muncul ketika seseorang merasa bahwa mereka sedang melewatkan pengalaman yang menarik, seringkali karena mereka melihat orang lain berbagi momen-momen yang mengasyikkan di media sosial atau dalam lingkungan sosial mereka.

Gambar : penulis sedang mengamati fenomena fomo

Berikut adalah beberapa tanda-tanda atau gejala sikap FOMO:

  1. Kecenderungan untuk selalu terhubung dengan media sosial atau teknologi digital untuk melihat apa yang dilakukan orang lain.
  2. Perasaan gelisah atau cemas ketika melihat orang lain melakukan kegiatan yang tampak menarik atau menyenangkan.
  3. Kesulitan untuk fokus pada pengalaman mereka sendiri karena terlalu terobsesi dengan apa yang dilakukan orang lain.
  4. Merasa perlu untuk terlibat dalam semua kegiatan sosial atau acara agar tidak melewatkan apa pun.
  5. Perasaan iri atau tidak puas dengan kehidupan mereka sendiri karena membandingkan diri dengan orang lain.
  6. Kehilangan keseimbangan antara hidup online dan kehidupan nyata.

Para pemasar konser Coldplay  telah memanfaatkan sikap FOMO ini dengan berbagai strategi pemasaran. Beberapa cara yang digunakan adalah:

  1. Membuat kebutuhan mendesak: Mereka menciptakan kesan bahwa produk atau tiket Coldplay penawaran terbatas dan dapat habis jika tidak segera dibeli, memicu kekhawatiran orang-orang akan melewatkan kesempatan.
  2. Penggunaan sosial bukti: Pemasar seringkali menggunakan testimoni atau ulasan positif dari orang lain untuk menunjukkan bahwa banyak orang sudah memiliki atau menikmati Konser, mendorong orang lain untuk tidak ingin melewatkan pengalaman yang sama.
  3. Pemasaran eksklusif: Membuat penawaran konser Coldplay yang hanya tersedia bagi kelompok tertentu atau dalam waktu yang terbatas, sehingga menciptakan perasaan eksklusivitas dan keinginan untuk tidak ketinggalan.
  4. Menciptakan konten yang mengundang partisipasi: dengan pemasaran yang  menciptakan keinginan untuk terlibat dan menjadi bagian dari pengalaman yang menarik untuk dilewatkan.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, penting untuk mengenali tanda-tanda FOMO dan mengelolanya dengan bijaksana. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalam mengatasi sikap FOMO:

  1. Kesadaran diri: Sadari bahwa media sosial sering kali menampilkan versi yang tercurated dari kehidupan orang lain, yang mungkin tidak mencerminkan kenyataan yang sebenarnya. Berlatih untuk memahami bahwa apa yang Anda lihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari kehidupan seseorang, dan tidak perlu membandingkannya dengan kehidupan Anda sendiri.
  2. Batasi paparan media sosial: Kurangi waktu yang dihabiskan untuk mengamati kehidupan orang lain di media sosial. Buatlah batasan waktu dan hindari terus-menerus memeriksa akun media sosial. Ini akan membantu mengurangi tekanan dan cemas yang mungkin muncul akibat FOMO.
  3. Fokus pada pengalaman pribadi: Alihkan perhatian Anda pada kegiatan dan pengalaman yang Anda nikmati sendiri. Buatlah rencana dan tujuan yang sesuai dengan minat dan nilai-nilai pribadi Anda. Dengan melakukan hal-hal yang bermakna bagi Anda, Anda akan merasa lebih puas dengan hidup Anda sendiri.
  4. Latih rasa syukur: Bersyukur atas apa yang Anda miliki dan nikmati dalam hidup. Fokus pada hal-hal positif yang Anda alami dan hargai. Mengembangkan sikap yang positif dan menghargai diri sendiri dapat membantu mengurangi perasaan FOMO.
  5. Prioritaskan diri sendiri: Tentukan apa yang benar-benar penting bagi Anda dan aturlah prioritas Anda dengan bijaksana. Hindari terjebak dalam permintaan dan ekspektasi orang lain. Fokuslah pada tujuan dan keinginan Anda sendiri untuk mencapai kebahagiaan dan kepuasan pribadi.

Sementara para pemasar menggunakan FOMO sebagai alat untuk memengaruhi perilaku konsumen, penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap kesejahteraan mental dan emosional. Dalam menghadapi strategi pemasaran yang menggunakan FOMO, penting untuk tetap objektif dan rasional dalam pengambilan keputusan pembelian. Pertimbangkan dengan hati-hati apakah produk atau penawaran tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda sebelum membuat keputusan pembelian.

Di samping itu, penting untuk membangun kesadaran dan kritis terhadap pengaruh yang mungkin ditimbulkan oleh pemasaran berbasis FOMO. Dengan meningkatkan pemahaman tentang strategi pemasaran dan motivasi di baliknya, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana dan meminimalkan dampak negatif FOMO pada kehidupan Anda.

Beberapa Tulisan dari Penulis :

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A. (2020). PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI). JURNAL MANAJEMEN1(2), 63-72. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/128

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723

 

 

Digital Human Resource Management : Digitalisasi Dan Peluang Apa Yang Timbul Karenanya

Digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) mengacu pada penggunaan teknologi digital untuk mengelola dan mengoptimalkan proses-proses yang terkait dengan sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Ini mencakup penggunaan perangkat lunak HRMS (Human Resource Management System), aplikasi berbasis cloud, platform karyawan self-service, analisis data, dan berbagai alat lainnya yang memungkinkan organisasi untuk mengotomatisasi dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Salah satu pemimpin dalam digitalisasi MSDM adalah perusahaan teknologi terkemuka seperti Oracle, SAP, dan Workday, yang telah menyediakan solusi perangkat lunak MSDM yang inovatif dan terintegrasi. Namun, banyak perusahaan lain juga telah mengadopsi digitalisasi MSDM untuk memodernisasi proses-proses mereka

Latar belakang digitalisasi MSDM didorong oleh beberapa faktor. Pertama, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang baru bagi organisasi untuk mengelola sumber daya manusia mereka secara lebih efisien dan efektif. Kedua, meningkatnya kompleksitas tuntutan dan regulasi hukum terkait sumber daya manusia telah mendorong organisasi untuk mengadopsi solusi digital yang dapat membantu mereka mematuhi peraturan dan mengurangi risiko kepatuhan.

Selain itu, digitalisasi MSDM juga memberikan manfaat seperti mengurangi beban administratif, meningkatkan aksesibilitas data karyawan, memfasilitasi kolaborasi dan komunikasi antara departemen, dan memberikan wawasan yang lebih baik melalui analisis data. Semua ini membantu organisasi mengoptimalkan penggunaan sumber daya manusia mereka dan membuat keputusan yang lebih baik dalam hal pengembangan karyawan, manajemen kinerja, perekrutan, dan penggajian.

Dalam rangka untuk mendapatkan informasi yang lebih terperinci tentang latar belakang digitalisasi MSDM, disarankan untuk merujuk pada sumber daya online seperti artikel penelitian, laporan industri, dan situs web perusahaan yang menyediakan solusi MSDM.

Gambar : Penulis sedang memberikan arahan saat pelatihan

Digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) menjadi semakin penting dan mendesak di era digital saat ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa digitalisasi MSDM sangat penting:

  1. Efisiensi dan Produktivitas yang Meningkat: Digitalisasi MSDM mengotomatisasi banyak tugas manual yang memakan waktu, seperti pengelolaan data karyawan, perekrutan, dan penggajian. Hal ini mengurangi beban administratif dan memungkinkan tim HR untuk fokus pada tugas yang lebih strategis. Dengan meningkatnya efisiensi, produktivitas organisasi dapat meningkat.
  2. Aksesibilitas dan Transparansi Data: Digitalisasi MSDM memungkinkan aksesibilitas data karyawan secara real-time dan terpusat. Informasi terkait karyawan, seperti riwayat pekerjaan, kinerja, dan pelatihan, dapat dengan mudah diakses oleh manajer dan karyawan sendiri. Ini memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih baik dan memungkinkan karyawan untuk mengelola informasi pribadi mereka.
  3. Analisis Data dan Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Dengan digitalisasi MSDM, data karyawan dapat dianalisis dengan lebih baik menggunakan teknik analisis data dan kecerdasan buatan. Ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang tren karyawan, kinerja, dan kebutuhan pengembangan. Dengan informasi ini, manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih baik terkait pengembangan karyawan, rencana suksesi, dan strategi bisnis secara keseluruhan.
  4. Pengalaman Karyawan yang Ditingkatkan: Digitalisasi MSDM memungkinkan penggunaan platform self-service yang memungkinkan karyawan mengakses informasi mereka sendiri, mengajukan cuti, mengelola tujuan karir, dan mengakses pelatihan online. Ini memberikan pengalaman karyawan yang lebih baik, mempromosikan otonomi, dan meningkatkan keterlibatan karyawan.

Namun, ada juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan terkait dengan digitalisasi MSDM:

  1. Kerentanan terhadap Pelanggaran Keamanan: Dengan adanya data karyawan yang disimpan secara digital, risiko pelanggaran keamanan dan peretasan menjadi nyata. Perlindungan data karyawan harus menjadi prioritas utama dalam mengimplementasikan solusi digital MSDM.
  2. Ketergantungan pada Teknologi: Digitalisasi MSDM membutuhkan investasi dalam perangkat lunak, infrastruktur, dan pelatihan. Organisasi harus mempertimbangkan ketersediaan sumber daya dan kemampuan teknis untuk mengelola dan mendukung solusi digital MSDM dengan efektif.
  3. Kurangnya Keterlibatan Personal: Penggunaan teknologi dalam MSDM dapat mengurangi interaksi personal antara karyawan dan tim HR. Aspek-aspek manusiawi seperti empati, pengenalan individu, dan komunikasi tatap muka mungkin tereduksi. Penting bagi organisasi untuk menemukan keseimbangan antara teknologi dan interaksi manusiawi yang diperlukan dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Dalam mengadopsi digitalisasi MSDM, penting bagi organisasi untuk memperhatikan kelebihan dan kekurangan tersebut. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kekurangan adalah:

  1. Keamanan Data yang Maksimal: Organisasi harus mengadopsi langkah-langkah keamanan yang tepat, seperti enkripsi data, otentikasi dua faktor, dan kebijakan keamanan yang ketat. Penggunaan firewall dan perangkat lunak keamanan yang terbaru juga diperlukan untuk melindungi data karyawan dari ancaman keamanan.
  2. Pelatihan dan Pengembangan: Organisasi perlu menyediakan pelatihan yang memadai kepada staf HR dan karyawan terkait penggunaan solusi digital MSDM. Hal ini akan membantu mereka memahami cara menggunakan teknologi dengan efektif dan memaksimalkan manfaatnya.
  3. Pemeliharaan Infrastruktur IT: Organisasi harus memiliki tim IT yang kompeten dan memiliki keahlian dalam pemeliharaan infrastruktur IT yang diperlukan untuk mendukung solusi digital MSDM. Pemantauan dan pembaruan secara teratur harus dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan kinerja yang baik.
  4. Keseimbangan Antara Teknologi dan Interaksi Manusia: Penting bagi organisasi untuk tetap mempertahankan interaksi manusiawi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Walaupun digitalisasi memungkinkan otomatisasi dan efisiensi, tetap penting untuk memastikan adanya komunikasi yang efektif, pemahaman individu, dan dukungan personal.

Secara keseluruhan, digitalisasi MSDM dapat memberikan banyak manfaat signifikan bagi organisasi, termasuk peningkatan efisiensi, aksesibilitas data, pengambilan keputusan yang lebih baik, dan pengalaman karyawan yang ditingkatkan. Namun, penting untuk mengelola kekurangan yang mungkin timbul, seperti keamanan data dan ketergantungan pada teknologi, dengan cara yang bijak dan proaktif.

Berikut adalah beberapa tahapan atau langkah yang dapat diikuti dalam melaksanakan digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM):

  1. Evaluasi Kebutuhan dan Tujuan: Identifikasi dan evaluasi kebutuhan organisasi terkait digitalisasi MSDM. Tentukan tujuan yang ingin dicapai melalui digitalisasi, seperti meningkatkan efisiensi, aksesibilitas data, atau analisis kinerja. Pastikan pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin dicapai dengan digitalisasi MSDM.
  2. Riset dan Pemilihan Solusi: Lakukan riset tentang solusi digital MSDM yang tersedia di pasar. Pertimbangkan fitur, kehandalan, keamanan, skalabilitas, dan kemampuan integrasi dari setiap solusi. Pilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi dan anggaran yang tersedia.
  3. Perencanaan dan Anggaran: Buat rencana implementasi yang mencakup langkah-langkah yang akan diambil, jadwal waktu, dan alokasi sumber daya yang diperlukan. Tentukan anggaran yang tepat untuk digitalisasi MSDM, termasuk biaya perangkat lunak, infrastruktur, pelatihan, dan dukungan teknis.
  4. Persiapan Data: Lakukan audit data karyawan yang ada dan pastikan data yang diperlukan dalam solusi digital MSDM sudah lengkap dan akurat. Bersihkan dan format data agar sesuai dengan kebutuhan solusi yang akan diimplementasikan.
  5. Implementasi dan Integrasi: Lakukan implementasi solusi digital MSDM yang dipilih secara bertahap. Pastikan integrasi yang tepat dengan sistem lain yang digunakan dalam organisasi, seperti sistem kehadiran, sistem penggajian, atau platform kolaborasi.
  6. Pelatihan dan Pemahaman Pengguna: Lakukan pelatihan kepada staf HR dan karyawan terkait penggunaan solusi digital MSDM. Pastikan mereka memahami cara menggunakan sistem dengan efektif dan memanfaatkan semua fitur yang ada. Berikan panduan dan dukungan teknis yang diperlukan.
  7. Uji Coba dan Pemantauan: Lakukan uji coba untuk memastikan solusi digital MSDM berfungsi dengan baik dan sesuai dengan harapan. Monitor kinerja sistem secara teratur dan tangani masalah atau perbaikan yang mungkin timbul.
  8. Evaluasi dan Peningkatan: Lakukan evaluasi rutin terhadap implementasi digitalisasi MSDM. Identifikasi keberhasilan, tantangan, dan peluang perbaikan. Tetap diperbarui dengan perkembangan teknologi terbaru dan pertimbangkan peningkatan atau pengembangan lebih lanjut pada solusi digital MSDM yang digunakan.

Setiap organisasi memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda, jadi langkah-langkah di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan masing-masing organisasi.

Digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) melibatkan penggunaan teknologi digital untuk mengelola proses-proses terkait SDM dalam sebuah organisasi. Dengan adopsi digitalisasi MSDM, beberapa pekerjaan yang cocok meliputi:

  1. HRIS Specialist: Spesialis HRIS (Human Resource Information System) bertanggung jawab untuk mengelola dan mengoptimalkan sistem informasi SDM dalam organisasi. Mereka terlibat dalam pengaturan, pemeliharaan, dan peningkatan sistem HRIS, serta menyediakan pelatihan dan dukungan teknis kepada pengguna.
  2. Data Analyst: Analis data berperan dalam mengumpulkan, menganalisis, dan memberikan wawasan yang berharga dari data SDM yang terdigitalisasi. Mereka menggunakan alat analisis data untuk mengidentifikasi tren, pola, dan membuat laporan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan strategis terkait SDM.
  3. HR Process Automation Specialist: Spesialis Automasi Proses HR bertanggung jawab untuk mengotomatisasi proses-proses SDM melalui penggunaan alat dan teknologi yang sesuai. Mereka mengidentifikasi proses manual yang dapat diotomatisasi, merancang dan mengimplementasikan alur kerja otomatis, serta melakukan pemantauan dan pengoptimalan proses yang ada.
  4. Talent Acquisition Specialist: Spesialis Pencarian Bakat menggunakan teknologi digital dalam pencarian dan perekrutan karyawan. Mereka menggunakan platform online, database kandidat, dan alat pencarian otomatis untuk memudahkan identifikasi dan penyeleksian kandidat potensial.
  5. Employee Experience Manager: Manajer Pengalaman Karyawan bertanggung jawab untuk memastikan pengalaman karyawan yang positif melalui digitalisasi MSDM. Mereka mengelola platform self-service, mendorong adopsi oleh karyawan, serta merancang dan mengimplementasikan inisiatif untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan karyawan.
  6. Learning and Development Specialist: Spesialis Pembelajaran dan Pengembangan bertugas mengelola program pelatihan dan pengembangan karyawan. Mereka menggunakan teknologi digital untuk menyediakan platform e-learning, kurikulum online, dan alat evaluasi untuk meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pelatihan.
  7. HR Business Partner: Mitra Bisnis SDM berperan sebagai konsultan internal untuk pemimpin bisnis dan manajer departemen. Mereka menggunakan data digital dan wawasan yang diperoleh melalui solusi MSDM untuk membantu dalam pengambilan keputusan strategis terkait SDM dan memberikan saran yang berorientasi pada data.

Pekerjaan-pekerjaan di atas mencerminkan bagaimana digitalisasi MSDM telah mempengaruhi peran dan tanggung jawab dalam bidang SDM. Namun, terlepas dari peran yang spesifik, adopsi digitalisasi MSDM secara keseluruhan mengubah cara kerja di berbagai posisi dalam departemen SDM, mengharuskan keterampilan teknologi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang data dan analisis.

Berikut beberapa  buku dan artikel yang membahas tentang digitalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM):

  1. Buku: “Digital HR: A Critical Management Approach to the Digitilization of Organizations” oleh Amelia Manuti, Pasquale Davide de Palma, dan Cristina Nucifora (2017, Springer). Buku ini membahas bagaimana digitalisasi MSDM mempengaruhi organisasi secara keseluruhan. Menyoroti perubahan dalam proses bisnis, manajemen SDM, dan hubungan karyawan. Buku ini juga membahas tantangan dan peluang yang terkait dengan digitalisasi MSDM.
  2. Artikel: “Digital HRM: The Impact of Digitalization on the HRM Function” oleh Mark Looi, Pawan Budhwar, dan Jelena Petrović (2019, The International Journal of Human Resource Management). Artikel ini membahas tentang peran teknologi digital dalam mengubah fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia. Menggambarkan bagaimana digitalisasi memengaruhi proses SDM, seperti perekrutan, pengembangan, komunikasi internal, dan manajemen kinerja. Artikel ini juga menyoroti tantangan dan manfaat digitalisasi MSDM.
  3. Buku: “Digital HR: A Guide to Technology-Enabled Human Resources” oleh Deborah Waddill dan Martin Edwards (2018, Society for Human Resource Management). Buku ini memberikan panduan praktis tentang implementasi teknologi digital dalam fungsi HR. Membahas aspek-aspek seperti strategi digital, platform HRIS, manajemen data, dan keamanan informasi. Buku ini juga memberikan contoh kasus dan studi penelitian untuk mendukung konsep-konsep yang dibahas.
  4. Artikel: “Digitalization and Human Resource Management” oleh Simon Fietze dan Jana Oehmichen (2020, Management Revue: The International Review of Management Studies). Artikel ini membahas tentang dampak digitalisasi pada Manajemen Sumber Daya Manusia, dengan fokus pada perubahan dalam proses HR dan peran HRM. Menyoroti perubahan organisasional, perubahan teknologi, dan tantangan yang dihadapi oleh praktisi HR dalam menghadapi digitalisasi.

Beberapa Tulisan dari Penulis :

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A. (2020). PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI). JURNAL MANAJEMEN1(2), 63-72. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/128

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723

 

Analytical Thinking, Critical Thinking, dan Creative Thinking ; Mengenal Tiga Cara Berfikir Untuk Memecahkan Masalah

Analytical Thinking: Analytical thinking (berpikir analitis) adalah kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif, memecahkan masalah secara logis, dan membuat keputusan berdasarkan data dan fakta yang relevan. Ini melibatkan kemampuan untuk memisahkan masalah menjadi komponen-komponen yang lebih kecil, menganalisis hubungan dan pola yang ada, dan menggunakan logika untuk mencapai solusi yang masuk akal. Contoh dari analytical thinking adalah:

Contoh: Seorang manajer proyek yang menggunakan berpikir analitis mungkin:

  • Mengumpulkan data dan informasi tentang sumber daya, anggaran, dan jadwal proyek.
  • Menganalisis data dan mengidentifikasi kebutuhan dan risiko potensial.
  • Membuat rencana tindakan yang logis dan rasional berdasarkan informasi yang dianalisis.
  • Mengevaluasi kinerja proyek berdasarkan indikator kinerja dan metrik yang relevan.
  • Mengidentifikasi area yang perlu perbaikan berdasarkan analisis data dan fakta.

Critical Thinking: Critical thinking (berpikir kritis) adalah kemampuan untuk secara kritis menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan informasi serta argumen. Ini melibatkan kemampuan untuk mempertanyakan asumsi, mengenali bias, dan menyelidiki berbagai sudut pandang sebelum mencapai kesimpulan. Contoh dari critical thinking adalah:

Contoh: Seorang mahasiswa yang menggunakan berpikir kritis mungkin:

  • Mengidentifikasi argumen dalam sebuah esai dan menganalisis bukti yang disajikan.
  • Mengevaluasi keandalan dan kredibilitas sumber informasi yang digunakan.
  • Memeriksa asumsi yang mendasari argumen dan mencari bukti yang mendukung atau menentangnya.
  • Membandingkan argumen dengan sudut pandang lain yang ada untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap.
  • Membuat kesimpulan berdasarkan analisis yang cermat dan bukti yang ada.

Creative Thinking: Creative thinking (berpikir kreatif) melibatkan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru, membuat asosiasi yang tidak terduga, dan berpikir di luar batas-batas yang konvensional. Ini melibatkan kemampuan untuk berimajinasi, menggabungkan konsep yang berbeda, dan melihat masalah dari perspektif yang unik. Contoh dari creative thinking adalah:

Contoh: Seorang seniman yang menggunakan berpikir kreatif mungkin:

  • Menggabungkan media yang berbeda untuk menciptakan karya seni yang inovatif.
  • Melihat objek atau situasi sehari-hari dari sudut pandang yang tidak biasa dan menghasilkan interpretasi baru.
  • Menggunakan teknik pemikiran lateral atau brainstorming untuk menghasilkan ide-ide yang tidak konvensional.
  • Mencoba pendekatan baru dalam menciptakan karya seni yang belum pernah dicoba sebelumnya.
  • Menggabungkan berbagai gaya, warna, dan bentuk untuk menciptakan karya yang unik dan menginspirasi.

Penting untuk dicatat bahwa analytical thinking, critical thinking, dan creative thinking adalah tiga kemampuan berpikir yang saling melengkapi dan dapat digunakan secara bersama-sama dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Ketika digabungkan, ketiga kemampuan ini membantu seseorang untuk memiliki pendekatan yang lebih holistik dan efektif dalam menghadapi tantangan.

Contoh pendekatan yang menggabungkan ketiga jenis berpikir ini adalah sebagai berikut:

Contoh: Seorang manajer pemasaran yang menggunakan ketiga jenis berpikir ini mungkin:

  • Berfikir analitis: Menganalisis data penjualan dan tren pasar untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang ada.
  • Berfikir kritis: Mengevaluasi kelemahan dan kekuatan kampanye pemasaran saat ini, serta mengevaluasi bukti dan argumen yang mendukung atau menentang strategi pemasaran yang diusulkan.
  • Berfikir kreatif: Membuat ide-ide baru untuk kampanye pemasaran yang inovatif, mencoba pendekatan baru, atau menggabungkan konsep yang tidak biasa untuk menarik perhatian pelanggan.

Dalam contoh di atas, berpikir analitis digunakan untuk menganalisis data dan informasi yang relevan, berpikir kritis digunakan untuk mengevaluasi strategi yang ada, dan berpikir kreatif digunakan untuk menghasilkan ide-ide baru yang dapat membedakan kampanye pemasaran.

Gambar : Penulis yang sedang mempelajari tentang analytical thinking, critical thinking, dan creative thinking

Perlu dicatat bahwa tidak ada buku tunggal yang secara eksklusif menguraikan ketiga jenis berpikir ini secara menyeluruh. Namun, ada banyak buku dan sumber yang membahas topik terkait, seperti “Thinking, Fast and Slow” oleh Daniel Kahneman, “Critical Thinking: The Nature of Critical and Creative Thought” oleh Robert DiYanni, dan “Creative Confidence” oleh David Kelley dan Tom Kelley, yang memberikan wawasan tentang cara meningkatkan kemampuan berpikir secara keseluruhan.

Ketika seseorang mengembangkan kemampuan berpikir analitis, berpikir kritis, dan berpikir kreatif, mereka dapat menjadi pemecah masalah yang lebih efektif dan inovatif dalam berbagai bidang kehidupan dan pekerjaan.

 

Beberapa buku dan artikel yang membahas tentang analytical thinking, critical thinking, dan creative thinking:

  1. “Critical Thinking: The Nature of Critical and Creative Thought” oleh Robert DiYanni (2000, Oxford University Press): Buku ini membahas pentingnya berpikir kritis dan kreatif dalam proses berpikir manusia, dengan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir yang kritis dan kreatif.
  2. “Thinking, Fast and Slow” oleh Daniel Kahneman (2011, Farrar, Straus and Giroux): Buku ini menguraikan dua sistem berpikir manusia: sistem pikiran cepat dan sistem pikiran lambat. Kahneman menggali bagaimana pikiran analitis dan kritis berinteraksi dengan pikiran yang lebih intuitif dan kreatif.
  3. “Creative Confidence” oleh David Kelley dan Tom Kelley (2013, Crown Business): Buku ini menggambarkan pentingnya berpikir kreatif dalam mengembangkan kepercayaan diri dalam menemukan solusi inovatif. Penulis menjelaskan berbagai teknik dan pendekatan untuk membangun kemampuan berpikir kreatif.
  4. “Critical Thinking: An Introduction” oleh Alec Fisher (2011, Cambridge University Press): Buku ini memberikan pengantar yang komprehensif tentang konsep dan teori berpikir kritis. Fisher membahas berbagai aspek kritis dalam berpikir dan memberikan contoh-contoh kasus untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
  5. “Design Thinking: Integrating Innovation, Customer Experience, and Brand Value” oleh Thomas Lockwood dan Edgar Papke (2010, Allworth Press): Buku ini membahas pendekatan desain dalam berpikir kreatif dan inovatif. Penulis menjelaskan bagaimana menggunakan berpikir kreatif dalam konteks pengembangan produk dan pengalaman pelanggan.
  6. “Analytical Thinking and Problem Solving” oleh Richard L. Epstein (2010, Cambridge University Press): Buku ini mengeksplorasi teknik-teknik dan pendekatan yang digunakan dalam berpikir analitis dan pemecahan masalah. Epstein menggambarkan bagaimana menggunakan logika, algoritma, dan model matematika untuk mengatasi masalah kompleks.
  7. “Creative Intelligence: Discovering the Innovative Potential in Ourselves and Others” oleh Bruce Nussbaum (2013, HarperBusiness): Buku ini membahas tentang pentingnya kreativitas dalam menghadapi tantangan bisnis. Nussbaum menyajikan studi kasus dan strategi untuk memperkuat kemampuan berpikir kreatif.
  8. “The Power of Positive Thinking” oleh Norman Vincent Peale (1952, Fawcett Books): Buku ini menyoroti pentingnya pola pikir positif dalam mencapai kesuksesan. Meskipun bukan secara khusus membahas analytical thinking, critical thinking, atau creative thinking, buku ini mengajarkan pentingnya mengembangkan pola pikir yang positif untuk mengatasi hambatan dan mencapai tujuan

Beberapa Tulisan dari Penulis :

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A. (2020). PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI). JURNAL MANAJEMEN1(2), 63-72. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/128

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723