UMA YICE ( Youth Innovation & Creative Exhibition) 3rd : Business Plan Competition

Selain Kewirausahan merupakan mata kuliah wajib dalam program belajar mengajar di Universitas Medan Area,  serta dalam rangka menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa,  melalui Pusat karir dan kewirausahaan  Universitas Medan Area mengadakan  YICE ( Youth Innovation & Creative Exhibition) 3rd  kegitan ini diisi lomba bisnis plan, lomba poster wirausaha, lomba karya tulis ilmiah, Pameran hasil karya kewirausahaan mahasiswa, pameran teknologi laboratorium dan talkshow yang dimulai dari tanggal 20 s/d 25 November 2023.

Gambar 1 : Para peserta berfoto dengan dewan juri

Pada hari rabu Tanggal 22 November 2023 diadakan lomba Studi kelayakan bisnis di kampus 1 Universitas Medan area begitu juga dengan beberapa lomba lainya, Ketua Pusat Karir Dan Kewirausahan Universitas Medan Area Dr(c) Ir. Yamin Siregar, MM menyatakan “Bahwasannya lomba ini merupakan pemanasan dalam rangka penjaringan mahasiwa untuk kegiatan P2MW dan PKM Mahasiswa 2024, lomba bisnis plan ini diadakan bukan hanya merupakan langkah esensial dalam merencanakan dan meluncurkan sebuah usaha, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan jiwa wirausaha pada mahasiswa.

Gambar 2 : Suasana perlombaan

Perlombaan tersebut sangat antusas diikuti oleh mahasiswa dari beberapa Fakultas di Universitas Medan Area. Pusat Karir dan Kewirausahaan Universitas Medan Area sebagai pelaksana lomba menunjuk Dr. Ahmad Prayudi, SE, MM dan Desy  Astrid Anindya, SE, M.Ak,  sebagai juri,  penunjukan ini didasarkan pengalaman mereka dalam membimbing mahasiswa dalam memenangkan kompetisi mahasiswa dalam dan luar negeri.

Gambar 3 : Saat penjurian

Semua kegiatan disusun rapi oleh dikoodinator acara Waliono, S, Psi, M.Psi  dibantu dengan beberapa dosen dan mahasiwa dari berbagai fakultas,menurut beliau acara ini merupakan agenda semesteran dari kegiatan Pusat Karir dan Kewirausahan Universitas Medan Area, harapannya dengan manejemen kepanitian yang baik akan mendapatkan luaran yang unggul dalam setiap periodenya.

Catatan akhir dari kegiatan ini dalam era dinamis dan kompetitif ini, mahasiswa perlu memahami betapa pentingnya keterampilan wirausaha dalam mencapai keberhasilan pribadi dan profesional. Berikut adalah sejumlah alasan mengapa pembelajaran dari studi kelayakan bisnis menjadi kunci untuk menanamkan semangat wirausaha pada mahasiswa:

  1. Mendorong Kreativitas dan Inovasi: Studi kelayakan bisnis memacu mahasiswa untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengidentifikasi peluang bisnis. Ini membuka pintu bagi mereka untuk mengeksplorasi ide-ide baru dan menemukan solusi kreatif terhadap tantangan bisnis.
  2. Memahami Risiko sebagai Bagian dari Proses Bisnis: Proses studi kelayakan bisnis melibatkan evaluasi risiko yang mungkin dihadapi oleh suatu usaha. Mahasiswa belajar bahwa mengambil risiko adalah bagian tak terpisahkan dari wirausaha, dan pemahaman ini menjadi landasan penting untuk mengatasi ketidakpastian di dunia bisnis.
  3. Menguji Keterampilan Manajemen: Mahasiswa yang terlibat dalam studi kelayakan bisnis belajar untuk mengelola sumber daya dengan efisien, membuat rencana strategis, dan mengidentifikasi peluang pertumbuhan. Keterampilan manajemen ini bukan hanya relevan untuk wirausaha, tetapi juga bermanfaat dalam karier manajemen bisnis tradisional.
  4. Menyadari Pentingnya Pelanggan dan Pasar: Analisis pasar dan pemahaman kebutuhan pelanggan adalah fokus utama dalam studi kelayakan bisnis. Mahasiswa belajar bahwa keberhasilan sebuah usaha bergantung pada kemampuan untuk memahami dan merespons kebutuhan pasar, sebuah aspek kunci dalam berwirausaha.
  5. Pengalaman Praktis dalam Pengambilan Keputusan: Studi kelayakan bisnis memberikan pengalaman praktis dalam pengambilan keputusan bisnis. Mahasiswa belajar untuk menyusun rencana bisnis yang matang, mempertimbangkan berbagai faktor, dan merancang strategi yang dapat membawa kesuksesan.
  6. Membangun Jaringan dan Koneksi: Proses studi kelayakan bisnis memungkinkan mahasiswa untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan potensial, termasuk calon pelanggan, investor, dan mitra bisnis. Ini membantu membangun jaringan yang penting dalam dunia wirausaha.
  7. Mengembangkan Jiwa Tangguh dan Adaptif: Wirausaha memerlukan ketangguhan dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Mahasiswa yang terlibat dalam studi kelayakan bisnis mengasah keterampilan ini, membantu mereka menghadapi tantangan dan perubahan dalam karier mereka.
  8. Kontribusi pada Pengembangan Ekosistem Wirausaha: Mahasiswa yang belajar studi kelayakan bisnis tidak hanya membangun keterampilan pribadi, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekosistem wirausaha di lingkungan kampus. Mereka dapat menjadi motor penggerak kegiatan wirausaha dan mendukung pertumbuhan budaya kewirausahaan di sekitar mereka.

Pentingnya pembelajaran dari studi kelayakan bisnis bagi mahasiswa tidak hanya terbatas pada persiapan untuk memulai bisnis mereka sendiri, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat untuk pengembangan keterampilan wirausaha yang dapat diaplikasikan dalam berbagai konteks. Dengan memahami kompleksitas dan tantangan bisnis, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk menjadi agen perubahan, inovator, dan pengusaha yang sukses dalam karier mereka

Karakteristik Teori dan Variabel Dalam Penelitian

Konsep teori dan variabel adalah bagian penting dari metode penelitian, dan definisinya bisa berbeda-beda tergantung pada konteks dan disiplin ilmu. Berikut adalah definisi umum keduanya:

  1. Teori:adalah kerangka kerja konseptual yang digunakan untuk menjelaskan, memahami, dan meramalkan fenomena dalam dunia nyata. Teori memberikan pemahaman tentang bagaimana konsep-konsep saling berhubungan dan mengapa suatu fenomena terjadi.
  2. Variabeladalah suatu konsep atau karakteristik yang dapat diukur, diobservasi, atau diidentifikasi dalam konteks penelitian. Variabel bisa bersifat kuantitatif (angka atau ukuran) atau kualitatif (kategori atau atribut).

Gambar : Penulis dalam sebuah pertemuan

Dalam konteks penelitian, teori dan variabel memiliki peran yang berbeda dan karakteristik yang juga berbeda. Berikut adalah cara membedakan karakteristik teori dan karakteristik variabel:

  1. Karakteristik Teori:
    • Konseptual: Teori adalah kerangka kerja konseptual yang mengorganisir dan menjelaskan hubungan antara berbagai konsep atau fenomena dalam penelitian. Ini adalah abstraksi konseptual yang berusaha menjelaskan bagaimana atau mengapa sesuatu terjadi.
    • Bersifat Deskriptif: Teori biasanya digunakan untuk menggambarkan, memprediksi, atau menjelaskan fenomena yang diamati dalam penelitian. Ini memberikan pandangan yang lebih luas tentang aspek penelitian.
    • Stabil: Teori umumnya tidak berubah dengan cepat dan sering kali menjadi dasar bagi penelitian dalam bidang tertentu selama beberapa waktu.
    • Berlapis: Teori dapat memiliki beberapa tingkat atau lapisan abstraksi, yang mencakup konsep-konsep dasar hingga konsep yang lebih kompleks.
  2. Karakteristik Variabel:
    • Operasional: Variabel adalah konsep konkret yang dapat diukur, diamati, atau diubah dalam penelitian. Mereka memiliki definisi operasional yang jelas yang memungkinkan peneliti mengukurnya.
    • Bersifat Kuantitatif atau Kualitatif: Variabel dapat bersifat kuantitatif (menggunakan angka atau ukuran) atau kualitatif (berdasarkan kategori atau atribut tertentu). Misalnya, usia adalah variabel kuantitatif, sementara jenis kelamin adalah variabel kualitatif.
    • Responsif: Variabel digunakan untuk merespons atau merepresentasikan variasi dalam fenomena atau hubungan yang diteliti. Mereka sering digunakan untuk mengukur efek dari faktor-faktor tertentu pada fenomena yang sedang diteliti.
    • Subjektif: Variabel dapat berasal dari pendapat, persepsi, atau pengamatan yang relatif subjektif, tetapi mereka masih harus diukur atau dioperasikan secara konsisten.

Dalam penelitian, teori dan variabel sering kali bekerja bersama. Teori memberikan landasan konseptual untuk penelitian dan membantu merumuskan pertanyaan penelitian, hipotesis, dan kerangka analisis. Variabel digunakan untuk mengukur dan mengamati fenomena yang sesuai dengan teori tersebut. Dengan kata lain, variabel digunakan untuk menguji asumsi atau pernyataan yang berasal dari teori.

beberapa cara bagaimana karakteristik teori dan karakteristik variabel terkait dalam penelitian:

  1. Teori Mendorong Identifikasi Variabel:
    • Teori memberikan dasar konseptual untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang relevan dalam penelitian. Teori membantu peneliti memahami hubungan konseptual antara variabel-variabel yang harus diteliti.
  2. Teori Membentuk Hipotesis:
    • Berdasarkan teori, peneliti dapat merumuskan hipotesis yang mengaitkan variabel-variabel yang dipilih. Hipotesis adalah pernyataan yang mengungkapkan hubungan yang diharapkan antara variabel-variabel tersebut berdasarkan teori.
  3. Variabel Digunakan untuk Pengukuran:
    • Variabel digunakan untuk mengukur atau mengamati fenomena yang berkaitan dengan teori. Misalnya, jika teori menyatakan bahwa variabel X memengaruhi variabel Y, maka variabel X dan Y harus diukur atau diobservasi.
  4. Data Digunakan untuk Menguji Teori:
    • Setelah pengumpulan data, peneliti dapat menganalisis data untuk menguji apakah data yang diperoleh mendukung atau mengoreksi teori yang digunakan. Hasil analisis data dapat digunakan untuk mengonfirmasi atau menolak hipotesis yang berasal dari teori.
  5. Teori Dapat Dikembangkan atau Disesuaikan:
    • Hasil penelitian dapat digunakan untuk memperbaiki atau mengembangkan teori yang digunakan sebagai kerangka kerja awal. Jika hasil penelitian tidak mendukung teori yang ada, peneliti mungkin perlu memodifikasi teori tersebut.
  6. Variabel Menjelaskan Hubungan Konseptual:
    • Variabel-variabel dalam penelitian mewakili konsep-konsep yang didefinisikan dalam teori. Mereka membantu menjelaskan hubungan konseptual yang diajukan oleh teori tersebut dalam konteks data yang dikumpulkan.

Dengan demikian, karakteristik teori dan karakteristik variabel dalam penelitian bekerja bersama untuk memahami, menjelaskan, dan menguji fenomena yang diteliti. Teori memberikan landasan konseptual, sementara variabel menggambarkan elemen-elemen konkret yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menguji hubungan konseptual yang diajukan oleh teori.

Buku:

  1. Judul: “The Structure of Scientific Revolutions” Penulis: Thomas S. Kuhn Tahun: 1962 Penerbit: University of Chicago Press Keterangan: Buku ini membahas teori-teori ilmiah dan perkembangan paradigma dalam ilmu pengetahuan. Kuhn memperkenalkan konsep “perubahan paradigma” yang signifikan dalam pemahaman teori ilmiah.
  2. Judul: “A Social History of Truth: Civility and Science in Seventeenth-Century England” Penulis: Steven Shapin Tahun: 1994 Penerbit: University of Chicago Press Keterangan: Buku ini mengulas bagaimana teori dan konsep kebenaran ilmiah berkembang selama abad ke-17, terutama dalam konteks sejarah sosial dan budaya.

Artikel:

  1. Judul: “The Strength of Weak Ties” Penulis: Mark S. Granovetter Tahun: 1973 Jurnal: American Journal of Sociology Keterangan: Artikel ini membahas teori “kekuatan ikatan lemah” dalam jaringan sosial dan bagaimana hubungan sosial yang lemah dapat memiliki dampak besar dalam perpindahan informasi dan sumber daya.
  2. Judul: “Toward a Theory of Motivation for the Crowdsourced Workplace” Penulis: Daren C. Brabham Tahun: 2013 Jurnal: New Media & Society Keterangan: Artikel ini membahas teori motivasi di tempat kerja berbasis “crowdsourcing,” yang merupakan konsep terbaru dalam manajemen sumber daya manusia.

Beberapa Tulisan Ilmiah dari Penulis :

Purba, Y., Prayudi, A., & Syahriandi, S. (n.d.). Pengaruh Manajmen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018 – 2021. Retrieved from https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/20180

Siregar, N. S. S., Prayudi, A., Sari, W. P., Rosalina, D., & Pratama, I. (n.d.). The role of social media literacy for micro small medium enterprises (MSMEs) and innovation in Developing Tourism Village in Indonesia. Retrieved from https://socialspacejournal.eu/menu-script/index.php/ssj/article/view/220

Prayudi, A., Zega, Y., & Nasution, I. (2023). Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Indonesia Abadi Jaya. Jurnal Sains Dan Teknologi5(1), 37-43. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/sai

Sari, W., & Prayudi, A. (2023). Can Competitive Intensity Act a Bridge between Institutional Pressures and Corporate Financial Performance in Indonesia’s Footwear Industry? A Structural Equation Modelling Approach. Transnational Marketing Journal11(1), 199-212. Retrieved from http://transnationalmarket.com/menu-script/index.php/transnational/article/view/323

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A. (2020). PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI). JURNAL MANAJEMEN1(2), 63-72. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/128

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723

Komariyah, I., Prayudi, A., Edison, E., & Laelawati, K. (2023). THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL CULTURE AND COMPETENCE WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EMPLOYEES OF BUMD BINJAI, NORTH SUMATRA. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen16(2), 210-218. doi: 10.23969/jrbm.v16i2.7572

https://scholar.google.co.id/citations?user=7Lb6gbUAAAAJ&hl=id&authuser=2

 

 

Bagaimana Tangibles dan Reliability mempengaruhi Loyalitas Pelanggan

Loyalitas Pelanggan: Loyalitas pelanggan adalah tingkat komitmen atau kesetiaan pelanggan terhadap suatu bisnis atau merek. Pelanggan yang loyal cenderung melakukan pembelian berulang, memberikan rekomendasi positif, dan tetap setia kepada bisnis atau merek tersebut bahkan ketika ada alternatif lain yang tersedia di pasaran

Tangibles: Tangibles mengacu pada elemen-elemen fisik atau konkret yang dapat dilihat, diraba, atau diidentifikasi oleh pelanggan saat mereka berinteraksi dengan suatu produk atau layanan. Contoh tangibles dalam konteks ini mungkin termasuk penampilan toko fisik, kemasan produk, desain situs web, dan faktor-faktor fisik lainnya yang memengaruhi persepsi pelanggan terhadap suatu bisnis.

Reliability: Reliability mengacu pada kemampuan bisnis untuk memberikan produk atau layanan yang konsisten dan dapat diandalkan. Ini berarti bahwa pelanggan dapat mempercayai bisnis tersebut untuk memberikan produk atau layanan sesuai dengan janji atau ekspektasi yang telah ditetapkan. Ketika suatu bisnis dapat diandalkan, pelanggan cenderung merasa puas dan memiliki tingkat kepercayaan yang lebih tinggi terhadap bisnis tersebut.

Gambar : Penulis dalam sebuah pameran produk mahasiswa

Membina loyalitas pelanggan adalah suatu strategi yang ditujukan untuk membuat pelanggan merasa terikat dan setia terhadap bisnis atau merek. Loyalitas pelanggan dapat membawa banyak manfaat, tetapi juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut penjelasan lebih detail tentang konsep loyalitas pelanggan dan kemudian kelebihan dan kekurangan membangun loyalitas pelanggan:

Konsep Loyalitas Pelanggan:

Loyalitas pelanggan mengacu pada tingkat komitmen atau kesetiaan pelanggan terhadap suatu bisnis atau merek. Hal ini biasanya diukur melalui tindakan seperti pembelian berulang, merekomendasikan bisnis kepada orang lain, dan kesediaan untuk tetap berbelanja dengan bisnis tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama. Beberapa aspek penting dalam membangun loyalitas pelanggan termasuk:

  1. Kualitas Produk atau Layanan: Produk atau layanan yang berkualitas tinggi adalah faktor utama dalam membangun loyalitas pelanggan. Pelanggan yang puas dengan produk atau layanan cenderung lebih setia.
  2. Pelayanan Pelanggan yang Baik: Menangani pelanggan dengan baik, menyelesaikan masalah mereka dengan cepat, dan memberikan dukungan pelanggan yang efektif dapat meningkatkan loyalitas.
  3. Program Penghargaan atau Loyalitas: Program loyalitas seperti program poin atau diskon eksklusif untuk pelanggan setia dapat mendorong loyalitas pelanggan.
  4. Komunikasi dan Hubungan: Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan melalui komunikasi yang baik dan personalisasi juga dapat meningkatkan loyalitas.

Kelebihan Membina Loyalitas Pelanggan:

  1. Pendapatan yang Stabil: Pelanggan yang loyal cenderung melakukan pembelian berulang, sehingga bisnis memiliki pendapatan yang lebih stabil dari pelanggan setia.
  2. Meningkatkan Margin Keuntungan: Pelanggan yang setia mungkin lebih mungkin membayar harga yang lebih tinggi untuk produk atau layanan Anda, yang pada akhirnya dapat meningkatkan margin keuntungan.
  3. Rekomendasi Pelanggan: Pelanggan yang setia cenderung merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain, sehingga dapat membantu dalam mendapatkan pelanggan baru melalui referensi.
  4. Kurang Bergantung pada Promosi Diskon: Bisnis yang memiliki pelanggan setia mungkin kurang bergantung pada promosi diskon besar-besaran untuk menarik pelanggan, sehingga dapat mengurangi tekanan pada margin keuntungan.

Kekurangan Membina Loyalitas Pelanggan:

  1. Biaya dan Upaya: Membangun dan mempertahankan loyalitas pelanggan memerlukan investasi waktu, sumber daya, dan upaya. Ini termasuk program loyalitas, pelatihan staf, dan dukungan pelanggan yang lebih personal.
  2. Tidak Selalu Menguntungkan: Tidak semua pelanggan dapat menjadi pelanggan setia. Beberapa pelanggan mungkin tetap bersifat transaksional dan tidak mudah untuk dijadikan pelanggan setia.
  3. Persaingan yang Ketat: Dalam industri dengan persaingan ketat, membangun loyalitas pelanggan mungkin lebih sulit karena ada banyak alternatif yang tersedia untuk pelanggan.
  4. Perubahan Preferensi Pelanggan: Preferensi pelanggan dapat berubah seiring waktu, dan pelanggan yang dulu setia mungkin beralih ke pesaing jika mereka menawarkan sesuatu yang lebih menarik.

Dalam rangka membangun loyalitas pelanggan yang efektif, bisnis perlu mengidentifikasi strategi yang sesuai dengan target pasar mereka, memahami kebutuhan pelanggan, dan selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan mereka. Loyalitas pelanggan adalah suatu tujuan yang berharga, tetapi perlu dikelola dengan bijaksana untuk mencapai hasil yang optimal.

Berikut adalah beberapa penjelasan lebih lanjut tentang kelebihan dan kekurangan memperhatikan elemen tangibles:

Kelebihan Memperhatikan Tangibles:

  1. Meningkatkan Citra dan Persepsi Pelanggan: Keadaan fisik yang baik, seperti penampilan toko yang menarik, kemasan produk yang menarik, dan desain situs web yang mudah digunakan, dapat meningkatkan citra bisnis di mata pelanggan. Ini dapat memberikan kesan positif dan meningkatkan persepsi pelanggan terhadap kualitas produk atau layanan yang ditawarkan.
  2. Daya Tarik dan Diferensiasi: Elemen tangibles yang menonjol dapat membantu bisnis untuk membedakan diri dari pesaing. Desain yang menarik, kemasan produk yang unik, atau toko fisik yang indah dapat menarik perhatian pelanggan dan membuat mereka lebih cenderung memilih bisnis Anda dibandingkan dengan pesaing.
  3. Pengalaman Pelanggan yang Positif: Elemen tangibles yang baik dapat menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih positif. Ini dapat membuat pelanggan merasa dihargai dan nyaman saat berinteraksi dengan produk atau layanan Anda.

Kekurangan Memperhatikan Tangibles:

  1. Kemungkinan Biaya Lebih Tinggi: Memperhatikan elemen tangibles yang berkualitas tinggi seperti desain yang menarik atau toko fisik yang mewah dapat mengakibatkan biaya yang lebih tinggi. Bisnis perlu mempertimbangkan apakah investasi dalam elemen ini sebanding dengan peningkatan pendapatan atau loyalitas pelanggan.
  2. Kualitas Substansi yang Sebanding Penting: Meskipun elemen tangibles penting, kualitas substansi produk atau layanan tetap menjadi faktor utama dalam mempertahankan pelanggan. Jika produk atau layanan itu sendiri tidak memenuhi ekspektasi pelanggan, elemen tangibles mungkin tidak cukup untuk menjaga loyalitas pelanggan.
  3. Keharusan Pemeliharaan dan Perbaikan: Elemen fisik memerlukan perawatan dan pemeliharaan berkala. Ini dapat menambah beban kerja dan biaya operasional bisnis.
  4. Tidak Bisa Menutupi Kelemahan Lain: Meskipun elemen tangibles penting, mereka tidak dapat menutupi kelemahan lain dalam bisnis, seperti masalah layanan pelanggan, kualitas produk yang rendah, atau masalah manajemen yang serius.

Penting untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara elemen tangibles dan kualitas produk atau layanan inti. Elemen tangibles dapat memberikan dorongan awal dalam menarik pelanggan, tetapi kualitas substansi dan pelayanan yang unggul tetap menjadi faktor penting dalam mempertahankan pelanggan dan mencapai loyalitas jangka panjang.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang kelebihan dan kekurangan memperhatikan keandalan dalam bisnis:

Kelebihan Memperhatikan Reliability:

  1. Kepercayaan Pelanggan: Fokus pada keandalan dapat membangun kepercayaan pelanggan. Ketika pelanggan tahu bahwa bisnis selalu memberikan produk atau layanan yang sesuai dengan janji, mereka lebih cenderung merasa puas dan terus memilih bisnis tersebut.
  2. Loyalitas Pelanggan: Pelanggan yang merasa dapat mengandalkan bisnis untuk keandalan produk atau layanan lebih cenderung menjadi pelanggan yang setia. Mereka mungkin akan kembali dan berbelanja secara berulang atau merekomendasikan bisnis kepada orang lain.
  3. Reputasi yang Baik: Bisnis yang dikenal sebagai andal dan konsisten dalam kinerjanya cenderung membangun reputasi yang baik. Ini dapat membantu dalam menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada.
  4. Mengurangi Keluhan dan Masalah: Ketika bisnis fokus pada keandalan, kemungkinan terjadinya keluhan atau masalah pelanggan dapat berkurang. Hal ini mengurangi waktu dan sumber daya yang harus dihabiskan untuk menangani masalah pelanggan.

Kekurangan Memperhatikan Reliability:

  1. Kesulitan dalam Inovasi: Terlalu banyak fokus pada keandalan mungkin menghambat inovasi. Bisnis mungkin cenderung tetap pada proses dan produk yang sudah ada, daripada mencoba hal-hal baru yang mungkin bermanfaat bagi pelanggan.
  2. Kemungkinan Stagnasi: Keandalan yang berlebihan bisa menyebabkan stagnasi. Bisnis mungkin tidak berusaha untuk meningkatkan diri atau mengejar perubahan yang diperlukan dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
  3. Biaya Tambahan: Menjaga keandalan dapat memerlukan investasi tambahan dalam proses, pelatihan, dan pengawasan. Ini dapat meningkatkan biaya operasional bisnis.
  4. Tidak Selalu Sesuai dengan Pasar yang Berubah: Dalam beberapa industri yang sangat inovatif, fokus terlalu besar pada keandalan mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Bisnis perlu sejalan dengan perubahan kebutuhan pelanggan dan pasar.

Ketika mempertimbangkan keandalan dalam bisnis, penting untuk mencari keseimbangan yang sesuai dengan jenis bisnis dan industri tertentu. Keandalan adalah faktor penting dalam mempertahankan pelanggan, tetapi juga harus dipertimbangkan dalam konteks perubahan dan inovasi yang mungkin diperlukan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Dengan memahami pentingnya Tangibles dan Reliability dalam mempengaruhi Loyalitas Pelanggan, bisnis dapat merancang strategi yang lebih baik untuk memenuhi harapan pelanggan dan membangun hubungan jangka panjang yang kuat dengan mereka. Fokus pada aspek-aspek ini dapat membantu bisnis dalam meningkatkan loyalitas pelanggan dan mencapai kesuksesan jangka panjang.

Beberapa Tulisan Ilmiah dari Penulis :

Purba, Y., Prayudi, A., & Syahriandi, S. (n.d.). Pengaruh Manajmen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan Sektor Farmasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2018 – 2021. Retrieved from https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/20180

Siregar, N. S. S., Prayudi, A., Sari, W. P., Rosalina, D., & Pratama, I. (n.d.). The role of social media literacy for micro small medium enterprises (MSMEs) and innovation in Developing Tourism Village in Indonesia. Retrieved from https://socialspacejournal.eu/menu-script/index.php/ssj/article/view/220

Prayudi, A., Zega, Y., & Nasution, I. (2023). Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja, dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Indonesia Abadi Jaya. Jurnal Sains Dan Teknologi5(1), 37-43. Retrieved from https://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/sai

Sari, W., & Prayudi, A. (2023). Can Competitive Intensity Act a Bridge between Institutional Pressures and Corporate Financial Performance in Indonesia’s Footwear Industry? A Structural Equation Modelling Approach. Transnational Marketing Journal11(1), 199-212. Retrieved from http://transnationalmarket.com/menu-script/index.php/transnational/article/view/323

Pengaruh Kepemimpinan tranformasional, budaya organiasi, kopentensi karyawan terhadap loyalitas karyawan di Badan Usaha Milik Daerah – repo unpas. (2023). Retrieved 27 August 2023, from http://repository.unpas.ac.id/62662/

Pratiwi, H., PRAYUDI, A., SINAGA, K., MAHYUDANIL, M., & ADITI, B. (2022). PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT. HERFINTA FARM AND PLANTATION. Journal Of Global Business And Management Review4(2), 72. doi: 10.37253/jgbmr.v4i2.7268

Ahmad Prayudi, & Imas Komariyah. (2023). THE IMPACT OF WORK MOTIVATION, WORK ENVIRONMENT, AND CAREER DEVELOPMENT ON EMPLOYEE JOB SATISFACTION. Jurnal Visi Manajemen9(1), 100-112. doi: 10.56910/jvm.v9i1.268

Pratiwi, H., Mendrofa, S., Zega, Y., Prayudi, A., & Sulaiman, F. (2022). Budaya Organisasi Dan Stress Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Karyawan PT. Herfinta Farm And Plantation. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(2), 505-511. doi: 10.47065/ekuitas.v4i2.2592

Amelia, W., Prayudi, A., Khairunnisak, K., Pratama, I., & Febrizaldy, F. (2022). Edukasi Warga Desa Sembahe Baru Dalam Rangka Peningkatan Penghasilan Melalui Ekonomi Kreatif Pengolahan Sampah Plastik. Pelita Masyarakat4(1), 92-100. doi: 10.31289/pelitamasyarakat.v4i1.7378

Sinaga, R., Sinaga, K., Prayudi, A., Pratiwi, H., & Sulaiman, F. (2022). Kepuasan Pelanggan sebagai Faktor Kualitas Pelayanan PT. Mada Graha Nagata dengan Multi Attribute Attitude Model. Ekonomi, Keuangan, Investasi Dan Syariah (EKUITAS)4(1), 198-202. doi: 10.47065/ekuitas.v4i1.2086

Chairunnisa, S., & Prayudi, A. (2022). Pengaruh Fluktuasi Kurs Mata Uang terhadap Harga Saham Pt. Bank Central Asia, Tbk di Indonesia. Economics, Business And Management Science Journal2(2), 108-116. doi: 10.34007/ebmsj.v2i2.293

Prayudi, A. (2022). ANALISIS PENGARUH PENGGAJIAN, FASILITAS KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI. JURNAL MANAJEMEN8(1), 17-30. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/154

Gea, N., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Sektor Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 146-152. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.456

Ritonga, S., Effendi, I., & Prayudi, A. (2021). Pengaruh Struktur Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Consumer Goods di BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)2(2), 86-95. doi: 10.31289/jimbi.v2i1.383

Prayudi, A. (2021). KEPUASAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA MEDAN. Jurnal Ilmu Manajemen METHONOMIX4(2), 75-84. Retrieved from https://ejurnal.methodist.ac.id/index.php/methonomix/article/view/1109

Latief, A., Ramadansyah, J., Wijoyo, H., Prayudi, A., & Putra, R. (2021). The Influence of Work Motivation and Organizational Culture to Employee Performance. Retrieved 27 August 2023, from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3926924

Sinaga, I., Lubis, A., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH INTERNET FINANCIAL REPORTING (IFR) DAN TINGKAT PENGUNGKAPAN INFORMASI WEBSITE TERHADAP FREKUENSI PERDAGANGAN SAHAM PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.394

Br Lubis, H., Effendi, I., & Prayudi, A. (2020). PENGARUH TINGKAT MODAL KERJA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF & KOMPONEN YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2014 – 2018. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(2). doi: 10.31289/jimbi.v1i2.396

Brahamana, N., & Prayudi, A. (2020). Analisis Profitabilitas Dalam Pemberian Kredit Pada Koperasi Kredit Unam Berastagi. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis (JIMBI)1(1), 131-140. Retrieved from https://mail.jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/jimbi/article/view/376

Prayudi, A. (2020). PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KARYAWAN PD. PEMBANGUNAN KOTA BINJAI). JURNAL MANAJEMEN1(2), 63-72. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/128

Prayudi, A., & Tanjung, M. (2018). ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PT. RIA BUSANA MEDAN. JURNAL MANAJEMEN4(2), 126-130. Retrieved from http://www.ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/33

Prayudi, A. (2017). PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. RAJAWALI NUSINDO CABANG MEDAN. JURNAL MANAJEMEN3(2), 20-27. Retrieved from http://ejournal.lmiimedan.net/index.php/jm/article/view/10

Prayudi, A., & Ilhammi, N. (2015). ANALISIS RASIO UTANG ATAS MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PENGEMBALIAN SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS : Jurnal Program Studi Akuntansi1(2). Retrieved from https://www.ojs.uma.ac.id/index.php/jurnalakundanbisnis/article/view/1723

Komariyah, I., Prayudi, A., Edison, E., & Laelawati, K. (2023). THE RELATIONSHIP BETWEEN ORGANIZATIONAL CULTURE AND COMPETENCE WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EMPLOYEES OF BUMD BINJAI, NORTH SUMATRA. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen16(2), 210-218. doi: 10.23969/jrbm.v16i2.7572

https://scholar.google.co.id/citations?user=7Lb6gbUAAAAJ&hl=id&authuser=2